KRING!!!!! Alarm
Kiara berbunyi menunjukkan pukul 06.30. Alarm itu berbunyi lagi, Kiara pun
terbangun “AAA Jam berapa sih ini-_- masih pagi juga.” Ujar kiara. Kiara masih
terdiam duduk ditempat tidur. Seketika Ia pun menyadarinya dan matanya melotot
tajam “Demi apa sekarang udah setengah 7!!!!!” Kiara langsung terburu-buru.
“Kiara, cepat ya! Sarapannya sudah siap nih.”
ujar mama Kiara. Kiara telah selesai dan menuju ke meja makan. “Ma, maaf ya aku
minum susunya aja. Udah telat banget ini. Daaah
ma, muah” ujar Kiara. “Yasudah tetapi
nanti pulang sekolah langsung pulang ya, jangan kemana-mana.” Ujar mamanya.
“Siap ma!!” balas kiara yang sedang panik karena jemputannya sudah menunggu
dari tadi.
Teman-teman
yang menunggunya sudah memasang muka bete,
Kiara merasa bersalah dan mulai menggerutu pada dirinya sendiri. Untungnya,
gerbang sekolah belum ditutup. Kiara pun merasa aman.
Bel
pulang sekolah berbunyi. “Huaaah, akhirnya
pulang jugaa. Mau kemana ya?” ujar Kiara. “Ke rumah gue yuk ra. Gue punya
film bagus nih.” sambar Ita sahabat dekat Kiara. “YUK!!” jawab Kiara semangat.
Diperjalanan menuju rumah Ita…
“Hari ini gue bete banget. Dari berangkat sekolah teman-teman sejemputan udah
kesel sama gue gara-gara gue telat”
Ujar Kiara dengan muka melas.
“Cuman gara-gara gitu doang lo jadi murung dari pagi sampe pulang
sekolah?” balas Ita.
“Ya
enggalah. Tadi dikelas pas pelajaran
b.indo, gue dihukum gara-gara temen
gue minjem tip-ex, eh dia nyuruh gue lempar tip-exnya ke dia. Yaudah gue
lempar kan, eh kelebihan… malah kena papan tulis L”
“Terus lo
diapain?”
“ Terus
bu guru nyuruh gue ke depan dan gue dinasehatin didepan kelas. Eh terus gue dihukum disuruh….”
Tiba-tiba handphone Kiara berbunyi, ada telepon dari
mamanya.
“Halo, iya ma? Kenapa?
“Kiara
tadikan mama sudah bilang, pulang sekolah langsung pulang ke rumah jangan
kemana-mana. Sekarang kamu dimana? Ke rumah sekarang ya.“
“Oh iya
ma, aku lupa hehe. Maaf ya ma, aku
sekarang ke rumah kok.” Dengan berakhirnya jawaban Kiara, telepon pun berakhir.
Akhirnya
Kiara mencoba menjelaskan kepada Ita. Ita pun mengerti keadaan Kiara walaupun
Kiara merasa tidak enak karena sudah membatalkan janjinya begitu saja.
Sesampai
dirumah dan bertemu dengan mamanya…
“Ma, ada
apa?” Kata Kiara penuh dengan rasa penasaran.
“Jadi
begini, kantor papa dan mama yang kebetulan satu kantor ingin mengadakan wisata
pada saat liburan sekolah ke puncak, Bogor. Kamu mau ikut kan? Kalo mau ikut nanti mama beliin yang kamu inginkan deh.” Bujuk mamanya.
pada saat liburan sekolah ke puncak, Bogor. Kamu mau ikut kan? Kalo mau ikut nanti mama beliin yang kamu inginkan deh.” Bujuk mamanya.
“Tadinya
sih males, tapi karena dikasih hadiah yaudah deh ikut hehe. Mama cuman mau
bilang ini aja? Kalo cuman kaya gini, kenapa engga ditelepon aja ma? Huffft.” Protes Kiara karena mamanya ini Ia terpaksa membatalkan janjinya.
Mamanya
hanya tertawa melihat sikap anaknya. Kenyataannya mamanya hanya ingin melihat Kiara
dirumah menemani mamanya, karena Kiara terlalu sibuk dengan organisasi
disekolah dan bermain dengan teman-temannya.
Ujian
Kenaikan Kelas pun sudah berakhir dan waktunya untuk LIBURAN!!! J Kiara
sangat tidak sabar menantinya, bukan hanya karena ingin dibelikan sesuatu
melainkan karena dia sudah mulai agak bosan dengan rutinitasnya disekolahnya.
Akhirnya setelah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, Kiara dan
keluarganya pergi ke puncak mengendarai bus rombongan dari kantor orangtuanya
hihi^^.
“Akhirnya
sampai jugaa.” Ujar Kiara setelah melewati jalanan yang padat. Ia dan
keluarganya menginap disebuah cottage yang berisikan dua keluarga.
“Emi
Suharti, SE.” sebut Kiara ketika melihat nama keluarga yang akan satu cottage
dengan keluarganya. Setelah ia tanyakan kepada papanya, ternyata mereka tidak
menggunakan bus rombongan melainkan menggunakan mobil pribadi. Tiba-tiba..
“Assalamualaikum.”
Terdengar suara asing yang mendatangi cottage.
“Walaikumsalam.
Eh sudah datang ya, ayo sini masuk-masuk.” Sambut orang tua Kiara.
Kiara pun
akhirnya menyalami keluarga yang baru saja ia tanyakan pada papanya.
“Oh ini
Kiara ya? Dulu masih kecil, sekarang udah gadis aja ya.” Tanya tante Emi.
“hehe iya
tante.” Ujar kiara sambil senyum-senyum kecil.
“Kenalin
ini Ares, anak tante. Seumuran sama kamu lho.” Ujar
tante Emi sambil melirik ke Ares.
“Eh iya,
KiaraJ” Kiara
mulai memperkenalkan diri dengan malu-malu.
“Iya hehe
gue Ares.” Balas Ares singkat.
Kesan Kiara pas ngeliat Ares…Ganteng, putih, cool. Tak beberapa lama, Kiara dan Ares
pun mulai akrab, karena dari anak teman-teman orangtuanya hanya merekalah yang
seumuran. Mereka bermain bersama dan bertukar nomor hp. Ketika keluarganya
pergi karena ada urusan kantor, mereka menghabiskan waktu berdua. Esok paginya
Ares mengajak Kiara berjalan-jalan mengelilingi villa.
“Ya, keluar yuk. Sekalian olahraga pagi. Tapi izin dulu
sama orangtua lo.” Ajak Ares. ‘Ya’
adalah panggilan dari Ares yang berasal dari ki-YA-ra. Karena katanya ia tidak
ingin panggilannya sama seperti orang lain.
Merekapun
pergi mengelilingi villa. Dari kejauhan mereka melihat ada keramaian. Karena
penasaran mereka menghampirinya, ternyata penyewaan menunggang kuda. Mereka
memutuskan untuk menyewanya. Sepanjang jalan menunggangi kuda, mereka bercanda
dan tertawa terus-menerus.
Selesai menunggangi kuda, mereka berjalan mengelilingi
villa lagi. Ternyata mereka menemukan sebuah labirin.
“Eh liat deh, ada taman nyasar!!!” Kata Kiara yang tidak
tahu sebutan dari labirin.
“Oh iya!!. Ke situ yuk. Lo dari ujung sini. Gue dari
ujung sana!” Jawab Ares dengan bersemangat.
“Ayok!!!” Balas Kiara tak kalah semangat.
“Siapa yang berhasil nemuin salah satu dari kita duluan.
Harus traktir es cream ya!”
Mereka pun saling mencari satu sama lain. Kiara tampak
sangat kebingungan karena hanya menemukan jalan buntu dari tadi. Ia hampir
putus asa dan hanya bias celingak-celinguk
berusaha mencari jalan keluar. Tiba-tiba…
“DORRR!!!” Teriak
Ares.
“ARES!!! Lo udah
ngagetin gue. Tau nggak!” Balas Kiara yang sangat tampak terkejut dan masih
merasa deg-degan karena dikejutkan
oleh Ares.
“Maaf deh maaf hehe pokoknya traktir es cream yaa
hahaha.” Ujar Ares sambil meledek Kiara.
Kiara pun harus menepati janjinya. Mereka kembali ke
cottage karena hari sudah mulai siang. Setelah itu, mereka menghabiskan
waktunya dengan keluarganya masing-masing.
“Kiaraaaa. Kesini deh” Panggil papanya. Kiara pun
menghampiri papanya.
“Liat deh. Ares beli kelinci nih de.” Seru papanya.
“Ih lucu ya. Papa, dede mau kelinci jugaL” bisik
Kiara kepada papanya. Papanya tertawa kecil. Lalu menanyakan pada Ares dimana
ia membeli kelinci. Karena arahnya susah, akhirnya Ares ikut bersama Kiara dan
Papanya untuk menunjukkan jalan.
Selesai membeli kelinci, papa Kiara mampir sebentar ke
cottage temannya. Lalu menyuruh Ares dan Kiara pulang ke cottage duluan. Sepanjang perjalanan mereka berbincang…
“Lo suka kelinci juga Ya?” Tanya Ares.
“Iya hehe. Apalagi kucing, gue suka banget! Btw, nama
kelinci lo siapa?” Ujar Kiara.
“Iya gue juga
suka tuh, Engga tau nih. Kita kasih nama yuk. Gimana kalo lolo sama loli?
Kelinci gue lolo, kelinci elo loli.”
“Ah. Ide bagus tuh! Keren
juga!” Jawab Kiara senang dengan pemberian nama yang diberikan oleh Ares.
Merekapun asyik bermain dengan kelincinya.
Malamnya,
diadakan makan bersama. Kiara mecoba mencari Ares, tetapi tidak berhasil
menemukannya. Akhirnya Kiara memutuskan untuk sms Ares…
“Ares. Lo dimana? Engga ikut makan bersama?”
Kiara menunggu balasan dari Ares, tetapi tidak ada
balasan darinya. Acara makan bersama selesai dan dibolehkan menuju cottage
masing-masing. Sampai dicottage, Kiara tidak juga melihat Ares.
Besok paginya ketika Kiara sedang menonton tv. Tiba-tiba
ada yang menutup matanya dari belakang…
“Iiiiih. Siapa sih ini? Lagi seru juga filmnya. Papa ya?
Atau mas Andi?” ujar Kiara. Tidak ada balasan. Kiara mengeluh lagi, “Aaaah buka
dong. Gelap tau!” Akhirnya Ia melepaskan tangannya dari mata Kiara.
“Ih ini
Ares tau! Masa gitu aja gatau woo” jawab Ares iseng sambil menjulurkan
lidahnya. Kiara hanya memasang muka cemberut. Ares berusaha menghiburnya dengan
membawa Kiara pergi berjalan-jalan mengelilingi villa lagi.
“Udahan dong cemberutnya. Jelek tau kalo cemberut. Masa
dijalan kaya gini cemberut sih Ya.” Bujuk Ares.
Tetapi tetap tidak ada respon
dari Kiara. Keheningan pun terjadi. Akhirnya Kiara membuka suara.
“Tadi malem lo kemana Res? Gue sms
ngga dibales.” Tanya Kiara penasaran.
“Kepo banget sih hahaha.” Ledek Ares.
Kiara
memasang muka cemberut lagi. Tiba-tiba Ares memetik bunga berwarna pink yang
kebetulan ada di sekitar villa itu.
“Ya. Ini bunga buat lo.”
Ucap Ares tulus. Kiara tidak begitu mendengar apa yang Ares katakan dan hanya
menoleh dengan tampang jutek. Ares terdiam sejenak. Tiba-tiba Ares menaruh
bunga itu dikupingnya dan bergaya ala banci.
Alhasil ini membuat Kiara tertawa ngakak.
“Hahahaha aduh Res! Ngakak gue!” Ujar Kiara sambil tertawa terbahak-bahak.
“Nah gitu dong ketawa, Itu baru Kiara. Lagi juga bentar
lagi kan udah mau ke Jakarta. Masa lo ngucapin salam perpisahan kaya gitu sih
huuu.” Lagi-lagi Ares mengejeknya.
“Iyaa
bawelll hahaha.” ejek Kiara. Mendengar hal itu sebenarnya Kiara sedih….tetapi
ia tidak ingin menunjukkannya pada Ares.
Setelah
berhasil menghibur Kiara, mereka kembali ke cottage dan menyiapkan
barang-barang untuk kembali ke Jakarta. Bus rombonganpun akhirnya melaju
meninggalkan villa.
Bus
berhenti di pusat oleh-oleh sebentar. Disini lah mama Kiara akan menepati
janjinya^^. Sampai disana, ternyata hujan. Sewaktu keluarga Kiara ingin turun
dari bus, ada Ares dan mamanya datang membawa payung untuk keluarga Kiara.
Ini mengejutkan Kiara. “Makasih ya ResJ” kata
Kiara tulus sambil melirik Ares. Ares hanya
membalasnya dengan tersenyum. Akhirnya Ares meninggalkan keluarga Kiara
dan menuju ke keluarganya bersama dengan mamanya. Selesai berbelanja di toko
oleh-oleh, bus rombonganpun melaju ke Jakarta.
Ternyata… senyum itu menandakan perpisahan.
Itu terakhir kalinya Kiara melihat Ares. Semenjak itu Kiara tidak pernah
melihat Ares lagi sekalipun. Tidak ada sms dari Ares maupun telepon darinya.
Benar-benar lost contact. Terkadang
ia hanya sekedar mendapatkan berita dari mamanya tentang Ares dan keluarganya.
Walaupun ini hanya sesaat, kisah ini akan selalu menjadi kisah yang tersimpan
dikenangan Kiara maupun Ares…


0 komentar:
Posting Komentar