Rabu, 11 September 2013

Kisah yang Tersimpan (cerpen b,indo)


KRING!!!!! Alarm Kiara berbunyi menunjukkan pukul 06.30. Alarm itu berbunyi lagi, Kiara pun terbangun “AAA Jam berapa sih ini-_- masih pagi juga.” Ujar kiara. Kiara masih terdiam duduk ditempat tidur. Seketika Ia pun menyadarinya dan matanya melotot tajam “Demi apa sekarang udah setengah 7!!!!!” Kiara langsung terburu-buru.
 “Kiara, cepat ya! Sarapannya sudah siap nih.” ujar mama Kiara. Kiara telah selesai dan menuju ke meja makan. “Ma, maaf ya aku minum susunya aja. Udah telat banget ini. Daaah ma, muah” ujar Kiara. “Yasudah tetapi nanti pulang sekolah langsung pulang ya, jangan kemana-mana.” Ujar mamanya. “Siap ma!!” balas kiara yang sedang panik karena jemputannya sudah menunggu dari tadi.
Teman-teman yang menunggunya sudah memasang muka bete, Kiara merasa bersalah dan mulai menggerutu pada dirinya sendiri. Untungnya, gerbang sekolah belum ditutup. Kiara pun merasa aman.
Bel pulang sekolah berbunyi. “Huaaah, akhirnya pulang jugaa. Mau kemana ya?” ujar Kiara. “Ke rumah gue yuk ra. Gue punya film bagus nih.” sambar Ita sahabat dekat Kiara. “YUK!!” jawab Kiara semangat. Diperjalanan menuju rumah Ita…
“Hari ini gue bete banget. Dari berangkat sekolah teman-teman sejemputan udah kesel sama gue gara-gara gue telat” Ujar Kiara dengan muka melas.
“Cuman gara-gara gitu doang lo jadi murung dari pagi sampe pulang sekolah?” balas Ita.
“Ya enggalah. Tadi  dikelas pas pelajaran b.indo, gue dihukum gara-gara temen gue minjem tip-ex, eh dia nyuruh gue lempar tip-exnya ke dia. Yaudah gue lempar kan, eh kelebihan… malah kena papan tulis L
“Terus lo diapain?”
“ Terus bu guru nyuruh gue ke depan dan gue dinasehatin didepan kelas. Eh terus gue dihukum disuruh….”
            Tiba-tiba handphone Kiara berbunyi, ada telepon dari mamanya.
            “Halo, iya ma? Kenapa?
“Kiara tadikan mama sudah bilang, pulang sekolah langsung pulang ke rumah jangan kemana-mana. Sekarang kamu dimana? Ke rumah sekarang ya.“
“Oh iya ma, aku lupa hehe. Maaf ya ma, aku sekarang ke rumah kok.” Dengan berakhirnya jawaban Kiara, telepon pun berakhir.
Akhirnya Kiara mencoba menjelaskan kepada Ita. Ita pun mengerti keadaan Kiara walaupun Kiara merasa tidak enak karena sudah membatalkan janjinya begitu saja.
Sesampai dirumah dan bertemu dengan mamanya…
“Ma, ada apa?” Kata Kiara penuh dengan rasa penasaran.
“Jadi begini, kantor papa dan mama yang kebetulan satu kantor ingin mengadakan wisata
pada saat liburan sekolah ke puncak, Bogor. Kamu mau ikut kan? Kalo mau ikut nanti mama beliin yang kamu inginkan deh.” Bujuk mamanya.
“Tadinya sih males, tapi karena dikasih hadiah yaudah deh ikut hehe. Mama cuman mau bilang ini aja? Kalo cuman kaya gini, kenapa engga ditelepon aja ma? Huffft.” Protes Kiara karena  mamanya ini Ia terpaksa membatalkan janjinya.
Mamanya hanya tertawa melihat sikap anaknya. Kenyataannya mamanya hanya ingin melihat Kiara dirumah menemani mamanya, karena Kiara terlalu sibuk dengan organisasi disekolah dan bermain dengan teman-temannya.
Ujian Kenaikan Kelas pun sudah berakhir dan waktunya untuk LIBURAN!!! J Kiara sangat tidak sabar menantinya, bukan hanya karena ingin dibelikan sesuatu melainkan karena dia sudah mulai agak bosan dengan rutinitasnya disekolahnya. Akhirnya setelah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, Kiara dan keluarganya pergi ke puncak mengendarai bus rombongan dari kantor orangtuanya hihi^^.
“Akhirnya sampai jugaa.” Ujar Kiara setelah melewati jalanan yang padat. Ia dan keluarganya menginap disebuah cottage yang berisikan dua keluarga.
“Emi Suharti, SE.” sebut Kiara ketika melihat nama keluarga yang akan satu cottage dengan keluarganya. Setelah ia tanyakan kepada papanya, ternyata mereka tidak menggunakan bus rombongan melainkan menggunakan mobil pribadi. Tiba-tiba..
“Assalamualaikum.” Terdengar suara asing yang mendatangi cottage.
“Walaikumsalam. Eh sudah datang ya, ayo sini masuk-masuk.” Sambut orang tua Kiara.
Kiara pun akhirnya menyalami keluarga yang baru saja ia tanyakan pada papanya.
“Oh ini Kiara ya? Dulu masih kecil, sekarang udah gadis aja ya.” Tanya tante Emi.
“hehe iya tante.” Ujar kiara sambil senyum-senyum kecil.
“Kenalin ini Ares, anak tante. Seumuran sama kamu lho.”   Ujar tante Emi sambil melirik ke Ares.
“Eh iya, KiaraJ” Kiara mulai memperkenalkan diri dengan malu-malu.
“Iya hehe gue Ares.” Balas Ares singkat.
            Kesan Kiara pas ngeliat Ares…Ganteng, putih, cool. Tak beberapa lama, Kiara dan Ares pun mulai akrab, karena dari anak teman-teman orangtuanya hanya merekalah yang seumuran. Mereka bermain bersama dan bertukar nomor hp. Ketika keluarganya pergi karena ada urusan kantor, mereka menghabiskan waktu berdua. Esok paginya Ares mengajak Kiara berjalan-jalan mengelilingi villa.
            “Ya, keluar yuk. Sekalian olahraga pagi. Tapi izin dulu sama orangtua lo.” Ajak Ares. ‘Ya’ adalah panggilan dari Ares yang berasal dari ki-YA-ra. Karena katanya ia tidak ingin panggilannya sama seperti orang lain.
Merekapun pergi mengelilingi villa. Dari kejauhan mereka melihat ada keramaian. Karena penasaran mereka menghampirinya, ternyata penyewaan menunggang kuda. Mereka memutuskan untuk menyewanya. Sepanjang jalan menunggangi kuda, mereka bercanda dan tertawa terus-menerus.
            Selesai menunggangi kuda, mereka berjalan mengelilingi villa lagi. Ternyata mereka menemukan sebuah labirin.
            “Eh liat deh, ada taman nyasar!!!” Kata Kiara yang tidak tahu sebutan dari labirin.
            “Oh iya!!. Ke situ yuk. Lo dari ujung sini. Gue dari ujung sana!” Jawab Ares dengan bersemangat.
            “Ayok!!!” Balas Kiara tak kalah semangat.
            “Siapa yang berhasil nemuin salah satu dari kita duluan. Harus traktir es cream ya!”
            Mereka pun saling mencari satu sama lain. Kiara tampak sangat kebingungan karena hanya menemukan jalan buntu dari tadi. Ia hampir putus asa dan hanya bias celingak-celinguk berusaha mencari jalan keluar. Tiba-tiba…
            “DORRR!!!” Teriak Ares.
            “ARES!!! Lo udah ngagetin gue. Tau nggak!” Balas Kiara yang sangat tampak terkejut dan masih merasa deg-degan karena dikejutkan oleh Ares.
            “Maaf deh maaf hehe pokoknya traktir es cream yaa hahaha.” Ujar Ares sambil meledek Kiara.
            Kiara pun harus menepati janjinya. Mereka kembali ke cottage karena hari sudah mulai siang. Setelah itu, mereka menghabiskan waktunya dengan keluarganya masing-masing.
            “Kiaraaaa. Kesini deh” Panggil papanya. Kiara pun menghampiri papanya.
            “Liat deh. Ares beli kelinci nih de.” Seru papanya.
            “Ih lucu ya. Papa, dede mau kelinci jugaL” bisik Kiara kepada papanya. Papanya tertawa kecil. Lalu menanyakan pada Ares dimana ia membeli kelinci. Karena arahnya susah, akhirnya Ares ikut bersama Kiara dan Papanya untuk menunjukkan jalan.
            Selesai membeli kelinci, papa Kiara mampir sebentar ke cottage temannya. Lalu menyuruh Ares dan Kiara pulang ke cottage duluan.  Sepanjang perjalanan mereka berbincang…
            “Lo suka kelinci juga Ya?” Tanya Ares.
            “Iya hehe. Apalagi kucing, gue suka banget! Btw, nama kelinci lo siapa?” Ujar Kiara.
            “Iya gue juga suka tuh, Engga tau nih. Kita kasih nama yuk. Gimana kalo lolo sama loli? Kelinci gue lolo, kelinci elo loli.”
            “Ah. Ide bagus tuh! Keren juga!” Jawab Kiara senang dengan pemberian nama yang diberikan oleh Ares. Merekapun asyik bermain dengan kelincinya.
Malamnya, diadakan makan bersama. Kiara mecoba mencari Ares, tetapi tidak berhasil menemukannya. Akhirnya Kiara memutuskan untuk sms Ares…
            Ares. Lo dimana? Engga ikut makan bersama?”
            Kiara menunggu balasan dari Ares, tetapi tidak ada balasan darinya. Acara makan bersama selesai dan dibolehkan menuju cottage masing-masing. Sampai dicottage, Kiara tidak juga melihat Ares.
            Besok paginya ketika Kiara sedang menonton tv. Tiba-tiba ada yang menutup matanya dari belakang…
            “Iiiiih. Siapa sih ini? Lagi seru juga filmnya. Papa ya? Atau mas Andi?” ujar Kiara. Tidak ada balasan. Kiara mengeluh lagi, “Aaaah buka dong. Gelap tau!” Akhirnya Ia melepaskan tangannya dari mata Kiara.
“Ih ini Ares tau! Masa gitu aja gatau woo” jawab Ares iseng sambil menjulurkan lidahnya. Kiara hanya memasang muka cemberut. Ares berusaha menghiburnya dengan membawa Kiara pergi berjalan-jalan mengelilingi villa lagi.
            “Udahan dong cemberutnya. Jelek tau kalo cemberut. Masa dijalan kaya gini cemberut sih Ya.” Bujuk Ares.
Tetapi tetap tidak ada respon dari Kiara. Keheningan pun terjadi. Akhirnya Kiara membuka suara.
 “Tadi malem lo kemana Res? Gue sms ngga dibales.” Tanya Kiara penasaran.
Kepo banget sih hahaha.” Ledek Ares.
Kiara memasang muka cemberut lagi. Tiba-tiba Ares memetik bunga berwarna pink yang kebetulan ada di  sekitar villa itu.
            “Ya. Ini bunga buat lo.” Ucap Ares tulus. Kiara tidak begitu mendengar apa yang Ares katakan dan hanya menoleh dengan tampang jutek. Ares terdiam sejenak. Tiba-tiba Ares menaruh bunga itu dikupingnya dan bergaya ala banci. Alhasil ini membuat Kiara tertawa ngakak.
            “Hahahaha aduh Res! Ngakak gue!” Ujar Kiara sambil tertawa terbahak-bahak.
            “Nah gitu dong ketawa, Itu baru Kiara. Lagi juga bentar lagi kan udah mau ke Jakarta. Masa lo ngucapin salam perpisahan kaya gitu sih huuu.” Lagi-lagi Ares mengejeknya.
“Iyaa bawelll hahaha.” ejek Kiara. Mendengar hal itu sebenarnya Kiara sedih….tetapi ia tidak ingin menunjukkannya pada Ares.
Setelah berhasil menghibur Kiara, mereka kembali ke cottage dan menyiapkan barang-barang untuk kembali ke Jakarta. Bus rombonganpun akhirnya melaju meninggalkan villa.
Bus berhenti di pusat oleh-oleh sebentar. Disini lah mama Kiara akan menepati janjinya^^. Sampai disana, ternyata hujan. Sewaktu keluarga Kiara ingin turun dari bus, ada Ares dan mamanya datang membawa payung untuk keluarga Kiara.
 Ini mengejutkan Kiara. “Makasih ya ResJ” kata Kiara tulus sambil melirik Ares. Ares hanya  membalasnya dengan tersenyum. Akhirnya Ares meninggalkan keluarga Kiara dan menuju ke keluarganya bersama dengan mamanya. Selesai berbelanja di toko oleh-oleh, bus rombonganpun melaju ke Jakarta.

 Ternyata… senyum itu menandakan perpisahan. Itu terakhir kalinya Kiara melihat Ares. Semenjak itu Kiara tidak pernah melihat Ares lagi sekalipun. Tidak ada sms dari Ares maupun telepon darinya. Benar-benar lost contact. Terkadang ia hanya sekedar mendapatkan berita dari mamanya tentang Ares dan keluarganya. Walaupun ini hanya sesaat, kisah ini akan selalu menjadi kisah yang tersimpan dikenangan Kiara maupun Ares…


 
Copyright 2009 Catatanku.... Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator